RAKOR DAN SINKRONISASI PROGRAM BANGGA KENCANA DINAS P2KB PROVINSI DAN KAB/KOTA SE-SULTENG||20/04/2026
RAKOR DAN SINKRONISASI PROGRAM BANGGA KENCANA DINAS P2KB PROVINSI DAN KAB/KOTA SE-SULTENG

Luwuk – Pengadilan Agama Luwuk yang diwakili oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Luwuk Adam Malik B, S.H.I. mengikuti Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Bangga Kencana Tahun 2026 pada Senin, 20 April 2026 di Aula Kantor Bupati Banggai.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan lintas sektor serta pemanfaatan transformasi digital.
Dalam laporan panitia disampaikan bahwa pelaksanaan program ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029 dengan visi mewujudkan daerah sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju dan berkelanjutan. Angka prevalensi stunting di Sulawesi Tengah berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2025 masih berada di angka 26,1 persen, yang dinilai masih di atas rata-rata nasional. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan penurunan hingga 19 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Mengusung tema “Sinergi dan Sinkronisasi Kebijakan Program Bangga Kencana Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui Transformasi Digital dalam Percepatan Penurunan Stunting”, kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi yang bernama BERANI DEPAK STUNTING atau Bersama Anwar dan Reny Deteksi Akar Penyebab Stunting Provinsi Sulawesi Tengah
Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian penurunan stunting di Sulawesi Tengah menunjukkan tren positif dan bahkan mendapat pengakuan nasional, termasuk melalui dukungan dana insentif fiskal dari pemerintah pusat.
“Hal ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh pemangku kepentingan telah berjalan di jalur yang tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa upaya penurunan stunting harus berjalan seiring dengan pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Sulawesi Tengah terus menurun dari 11,37% persen pada 2024 menjadi 10,52 persen pada 2025.Menurutnya, penurunan angka kemiskinan memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas gizi keluarga, akses layanan kesehatan, serta keberhasilan program keluarga berencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar pemerintah, terwujud integrasi program lintas sektor, serta penguatan intervensi terhadap keluarga berisiko stunting secara berkelanjutan.
Program Bangga Kencana sendiri dinilai bukan sekadar program keluarga berencana, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Kegiatan rapat koordinasi ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai perangkat daerah dan menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah provinsi, BKKBN, serta akademisi. Dengan kolaborasi yang solid, pemerintah optimistis target penurunan stunting di Sulawesi Tengah dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. Mdr

